Kamis, 11 April 2019

RENANG GAYA PUNGGUNG

Image result for start renang gaya punggung

Pendidikan Jasmani merupakan salah satu pelajaran yang wajib diajarkan setiap jenjang pendidikan, seperti halnya termasuk ditingkat sekolah menengah atas (SMA). Melalui pendidikan jasmani diharapkan dapat merangsang perkembangan dan pertumbuhan jasmani siswa, merangsang perkembangan sikap, mental, sosial, emosi yang seimbang serta keterampilan gerak siswa. Untuk mencapai tujuan pembelajaran pendidikan jasmani yang diharapkan, maka seorang guru pendidikan jasmani dituntut untuk dapat menyajikan materi pembelajaran pendidikan jasmani dengan baik dan menyenangkan, sehingga siswa merasa tertarik dengan pembelajaran yang dilakukan disekolah.

Melalui pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah, siswa dituntut untuk dapat menguasai dan memahami keterampilan gerak dasar dari setiap materi cabang olahraga yang diajarkan. Untuk mencapai tujuan tersebut, seorang guru pendidikan jasmani harus memiliki inisiatif, kreatifitas dan mampu menggunakan ataupun menciptakan alat bantu pembelajaran yang sesuai dan sederhana sehingga menghasilkan suatu inovasi baru dalam proses pembelajaran yang dapat menjadikan siswa lebih bergairah dan semangat dalam proses pembelajaran. Guru pendidikan jasmani harus bertindak kreatif dalam menentukan model pembelajaran yang tepat, sehingga siswa menjadi lebih inovatif, kreatif dan terampil serta siswa dapat dengan mudah memahami dan menguasai keterampilan gerak yang diajarkan dalam pendidikan jasmani.

Tujuan pendidikan jasmani meliputi :

  1. Mengembangkan pengetahuan keterampilan berkaitan dengan aktivitas jasmani, perkembangan  estetika, dan perkembangan sosial,
  2.  Mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan untuk menguasai keterampilan gerak  dasar  yang mendorong partisipasinya dalam aneka aktivitas pendidikan jasmani, dan
  3.  Mengembangkan nilai –nilai pribadi melalui partisipasi dalam aktivitas jasmani baik secara   kelompok maupun perorangan.


Untuk mencapai hal tersebut, tentunya materi – materi dalam pendidikan jasmani dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) telah diatur dalam program pembelajaran pendidikan jasmani. Seperti halnya meteri pembelajaran pendidikan jasmani yang diajarkan di SMA, sesuai dengan program pembelajaran yang digunakan, materi pembelajaran pendidikan jasmani tingkat SMA adalah permainan bola besar, permainan bola kecil, atletik, senam lantai, beladiri, kebugaran pendidikan jasmani, sena irama, pembelajaran aquatik atau renang serta tentang kesehatan dan lingkungan hidup.

Salah satu materi pendidikan jasmani adalah renang, renang pada umumnya merupakan salah satu cabang olahraga yang memerlukan keterampilan dan gerakan yang benar dan irama yang tepat, agar gaya dalam renang dilakukan dengan baik. Renang merupakan salah satu kegiatan yang dapat membangun keyakinan diri secara menyeluruh dan olahraga rileks.

Renang merupakan salah satu dari bentuk permainan aktivitas di air, renang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan gerak yang dimiliki siswa, selain itu renang juga dapat berfungsi untuk menjaga kesehatan, dan pembentukan tubuh yang dapat dilakukan dikolam renang. Renang yang biasa dilakukan oleh para perenang, yang juga selalu muncul dalam setiap lomba terdiri dari empat gaya, yang meliputi :

  • gaya bebas atau crawl stroke,
  • gaya dada atau breast stroke, 
  • gaya kupu-kupu atau butterflystroke dan, 
  • gaya punggung atau back stroke. Keempat gaya tersebut masing masing mempunyai tingkat kesulitan sendiri-sendiri. Gaya back oleh sebagian orang disebut gaya punggung. 


Renang gaya punggung adalah berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Gerakan kaki dan tangan serupa dengan gaya bebas, tapi dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.Berikut fase gerakan renang gaya punggung:

  1.  Posisi tubuh atau body position pada renang gaya punggung harus dilakukan dengan benar. Posisi tubuh yang benar adalah dalam keadaan horizontal dengan bidang tahanan air.Posisi tersebut dapat memperkecil tahanan tubuh terhadap air. 
  2. Gerakan kaki dalam melakukan renang gaya punggung berfungsi sebagai mempertahankan ataupun memelihara keseimbangan posisi tubuh dan menjaga keseimbangan gerak lengan perenang. Hal itu juga, gerakan persendian kaki yang elastis 5 dapat digunakan sebagai dorongan kaki. 
  3. Gerakan lengan dan kaki yang benar serta dilakukan secara berkesinambungan bisa menjaga keseimbangan tubuh seorang perenang. Gerakan lengan renang gaya punggung bisa dibagi menjadi beberapa fase,yaitu fase entry dan fase pull-push: Fase entry merupakan gerak akhir putaran lengan dari sendi bahu. Posisi tubuh saat entry yang baik ialah posisi lengan segaris dengan bahu dan panggul agak diangkat kepermukaan air sedangkan fase pull-push dimulai dari posisi lengan lurus, kemudian tekuk telapak tangan ke atas sambil melakukan gerakan menekan. Sesudah gerak menekan air, gerakan berubah menjadi gerak mendorong (push). Pada saat gerakan mendorong, posisi siku tepat berada dekat pinggang.
  4. Cara melakukan pernafasan pada renang gaya punggung bagi perenang yaitu dengan menghirup udara dan meniupkan udara saat gerakan pull-push dilakukan. Pada saat menghirup udara dilakukan melalui mulut dan membuang udara dari mulut dan hidung dengan perlahan - lahan.

A. Teknik Dasar Renang Gaya Punggung 
Gerakan renang pada gaya punggung mirip dengan gerakan gaya crawl. Bedanya terletak pada posisi badan dan arah gerakan tangan. Secara teoretis semestinya renang gaya punggung lebih mudah dari gaya crawl karena muka tidak masuk air sehingga pernapasan dapat dilakukan dengan mudah (Maglischo, 1993: 19). Berikut beberapa teknik renang gaya punggung menurut (Maglischo, 1993:20). 

  • Posisi Badan Posisi badan pada renang gaya punggung adalah: a. badan telentang di permukaan air, usahakan badan mulai dari kepala sampai ujung kaki sehorizontal mungkin. b. telinga berada di permukaan air (sedikit masuk ke air) dan leher harus rileks. 
Image result for posisi badan gaya punggung
Gambar : 1 Posisi badan gaya punggung Adaptasi dari https://www.google.co.id/url?sa=i&source=images&cd=&ved=2ahUKEwiwlKf_-sbhAhWhmuYKHXZUAn8Qjhx6BAgBEAM&url=http%3A%2F%2Fwww.freedomsiana.com%2F2018%2F06%2Fteknik-renang-gaya-punggung-posisi.html&psig=AOvVaw334w54WqiQqi-0qACQFkWT&ust=1555034953072931

B. Gerakan Kaki 
Menurut Maglischo (1993: 21) Untuk gerakan kaki agar dapat lebih jelas maka perlu ditinjau dari masing-masing bagian. 
Berikut adalah uraian gerakan kaki pada renang gaya punggung: 

Image result for posisi gerak kaki gaya punggung
 Gambar : 2 Posisi kaki renang gaya punggung Adaptasi dari https://www.google.co.id/imgres?imgurl=https%3A%2F%2F4.bp.blogspot.com%2F-dkBzIPFFo2k%2FVw9QIru4AiI%2FAAAAAAAAAFQ%2FsMz3gfLqwCo8IBM9qQI_HfYEq4Bpc8SAwCLcB%2Fs1600%2Fkkjjkh.jpg&imgrefurl=http%3A%2F%2Fskillswimming.blogspot.com%2F2016%2F04%2Fteknik-dasar-renang-gaya-punggung.html&docid=uZPYn3-D7vLxfM&tbnid=iy0OObXzWDJp1M%3A&vet=10ahUKEwj7ncnw-8bhAhWOPXAKHez2AUkQMwhzKCYwJg..i&w=323&h=156&safe=strict&bih=608&biw=1366&q=posisi%20gerak%20kaki%20gaya%20punggung&ved=0ahUKEwj7ncnw-8bhAhWOPXAKHez2AUkQMwhzKCYwJg&iact=mrc&uact=8
  • sudut naik turunnya kaki waktu pukulan kaki bergantung pada setiap individu, tetapi sudut kaki ini harus lebih besar daripada gaya punggung;
  • gerakan telapak kaki ke atas merupakan gerakan cambuk. Waktu melakukan gerakan tersebut jari kaki boleh sedikit keluar dari air; 
  • waktu melakukan pukulan kaki, harus diusahakan supaya kaki tetap di atas permukaan air terutama lutut; 
  • posisi tangan saat latihan kaki. Tangan berada lurus di permukaan air di atas kepala dengan kedua telapak tangan berdekatan atau terkait.
Bagi pemula tangan lurus di samping badan, keadaan kedua tangan harus selalu rileks. Latihan Gerakan Kaki (Meluncur Berenang Gaya Punggung) Sikap pertama bergelantung di bibir kolam (menghadap bibir kolam) lemparkan badan ke belakang yang berakhir dengan tolakan kaki sehingga badan telentang di permukaan air bergerak maju, ayun kedua kaki seperti yang telah dijelaskan tersebut hanya pada gerakan kaki renang gaya punggung tangan berada di samping badan.

C. Gerakan Tangan 
Menurut Murni (2000: 22) membagi gerakan tangan menjadi tiga fase gerakan lengan dalam renang gaya punggung yaitu sebagai berikut. Gerakan Pull (Penarikan) Gerakan ini dimulai dari posisi lengan lurus di belakang kepala, jari kelingking berada di bawah. Untuk memulai gerakan siku sedikit ditekuk, kemudian tarik lengan mendekati badan. Gerakan ini berakhir setelah lengan atas atau siku mendekati badan yang selanjutnya dilakukan gerakan push.

Image result for posisi gerak kaki gaya punggung
sumber dari :
https://www.google.co.id/imgres?imgurl=http%3A%2F%2F3.bp.blogspot.com%2F-6J0i0rLM9Cs%2FVGBL74Mc_7I%2FAAAAAAAAAyA%2FIlXl3qvLjlo%2Fs1600%2Frenang%252Bgaya%252Bpunggung.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fwww.olahragakesehatanjasmani.com%2F2014%2F11%2Fteknik-dasar-renang-gaya-punggung.html&docid=ea9J5KFer1I_RM&tbnid=usXscXKsi-qu8M%3A&vet=10ahUKEwj7ncnw-8bhAhWOPXAKHez2AUkQMwhIKAgwCA..i&w=274&h=184&safe=strict&bih=608&biw=1366&q=posisi%20gerak%20kaki%20gaya%20punggung&ved=0ahUKEwj7ncnw-8bhAhWOPXAKHez2AUkQMwhIKAgwCA&iact=mrc&uact=8

Gerakan Push (Pendorongan) Gerakan ini dilakukan dengan jalan lengan bawah mengadakan pendorongan dengan kuat sampai telapak tangan mendekati paha. Gerakan ini dilakukan setelah gerakan tangan akan berakhir. Setelah gerakan push berakhir dilakukan gerakan recovery
Image result for gerakan push tangan gaya punggung
sumber dari :
https://www.google.co.id/imgres?imgurl=https%3A%2F%2F4.bp.blogspot.com%2F-uAwzktHmF9g%2FU5v1QYcKUqI%2FAAAAAAAAAXs%2F-IAcEpnXKBU%2Fs1600%2Frenang%2B5.png&imgrefurl=https%3A%2F%2Fkumpulantugasekol.blogspot.com%2F2014%2F06%2Fteknik-renang-gaya-punggung.html&docid=r0fX9Ll05L4keM&tbnid=oy_UOBnPE4N8WM%3A&vet=10ahUKEwj2yr-V_sbhAhXDFogKHTPOCEcQMwhEKAQwBA..i&w=466&h=232&safe=strict&bih=608&biw=1366&q=%20gerakan%20push%20tangan%20gaya%20punggung&ved=0ahUKEwj2yr-V_sbhAhXDFogKHTPOCEcQMwhEKAQwBA&iact=mrc&uact=8

Recovery (istirahat) Ibu jari yang keluar lebih dulu dari permukaan air, setelah tangan lurus ke atas tangan diputar (telapak tangan menghadap keluar) seterusnya recovery berakhir setelah tangan masuk ke air dengan jari kelingking masuk terlebih dahulu. Gerakan ini harus dilakukan dengan relaks. Fase-fase gerakan tersebut dilakukan oleh kedua tangan terusmenerus secara tidak terputus-putus sehingga seperti gerakan baling-baling.
Image result for gerakan pengambilan napas gaya punggung
sumber dari : https://www.google.co.id/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Flina.olahragapedia.com%2Flina%2F2019%2F01%2FOlahraga-renang-gaya-punggung.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Folahragapedia.com%2Fperbedaan-renang-gaya-bebas-dan-gaya-punggung&docid=fz-Rk0pp2_Z-MM&tbnid=7LlGCswYB81gZM%3A&vet=10ahUKEwjJ8-jr_sbhAhWm3mEKHfgyBq8QMwhKKAowCg..i&w=687&h=470&safe=strict&bih=608&biw=1366&q=gerakan%20pengambilan%20napas%20gaya%20punggung&ved=0ahUKEwjJ8-jr_sbhAhWm3mEKHfgyBq8QMwhKKAowCg&iact=mrc&uact=8

D. Latihan Napas 

Pengambilan napas tidak terlalu sulit pada renang gaya punggung karena muka tidak masuk ke dalam air. Namun demikian, percikan air sering mengganggu dalam bernapas karena bisa masuk ke hidung. Oleh karena itu, sebaiknya pengambilan napas dilakukan melalui mulut dan hidung pada saat kedua lengan berada di dalam air yaitu pada saat kedua lengan dalam posisi horizontal, lengan yang satu masuk dan lengan yang lain keluar (Murni, 2000: 59).

E.  Kordinasi Gerak 

Dalam renang gaya punggung koordinasi yang penting adalah koordinasi gerakan kaki dan tangan, soal pernapasan sebenarnya tidak perlu memengaruhi koordinasi gerakan karena muka tidak masuk air, asal posisi badan tetap dipertahankan horizontal. Latihan gerakan tangan sekaligus digabung dengan latihan gerakan kaki. Muka selalu berada di permukaan air, karena itu pengambilan napas dapat lebih 30 mudah. Pengambilan napas harus melalui mulut dan pandangan ke atas. Jika sudah mendekati finis (bibir kolam) kepala didongakkan ke atas, untuk melakukan start berikutnya atau berhenti (Maglischo 1993: 59). 

sumber  : (skiripsi desrika redi sanjaya), (wikipedia)

RENANG

Renang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian
Renang
11th FINA World Championships.JPG
Induk organisasiFederasi Renang Internasional (FINA)
Data lengkap
KategoriAkuatik
Dipertandingkan di Olimpiadesejak 1896
Renang adalah olahraga yang melombakan kecepatan atlet renang dalam berenangGaya renang yang diperlombakan adalah gaya bebasgaya kupu-kupugaya punggung, dan gaya dada. Perenang yang memenangkan lomba renang adalah perenang yang menyelesaikan jarak lintasan tercepat. Pemenang babak penyisihan maju ke babak semifinal, dan pemenang semifinal maju ke babak final.
Bersama-sama dengan loncat indahrenang indahrenang perairan terbuka, dan polo air, peraturan perlombaan renang ditetapkan oleh badan dunia bernama Federasi Renang Internasional (FINA). Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) adalah induk organisasi cabang olahraga renang di Indonesia.


Sejarah


Renang 100 yard di Olimpiade St. Louis 1904.
Perlombaan berenang dimulai di Eropa sekitar tahun 1800. Sebagian besar perenang berenang dengan memakai gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya trudgen di lomba-lomba renang setelah meniru renang gaya bebas suku Indian. Akibat ketidaksukaan orang Inggris terhadap gerakan renang yang memercikkan air ke sana ke mari, Trudgen mengganti gerakan kaki gaya bebas yang melecut ke atas dan ke bawah menjadi gerakan kaki gunting seperti renang gaya samping.
Renang menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan sejak Olimpiade Athena 1896. Nomor renang putri dilombakan sejak Olimpiade Stockholm 1912. Pada 1902, Richard Cavill memperkenalkan renang gaya bebasFederasi Renang Internasional dibentuk pada 1908Gaya kupu-kupu pertama kali dikembangkan pada tahun 1930-an. Pada awalnya, gaya kupu-kupu merupakan variasi gaya dadasebelum dianggap sebagai gaya renang tersendiri pada 1952.
Di Hindia Belanda, Perserikatan Berenang Bandung (Bandungse Zwembond) didirikan pada 1917. Pada tahun berikutnya didirikan Perserikatan Berenang Jawa Barat (West Java Zwembond), dan Perserikatan Berenang Jawa Timur (Oost Java Zwembond) didirikan pada 1927. Sejak itu pula perlombaan renang antardaerah mulai sering diadakan. Rekor dalam kejuaraan-kejuaraan tersebut juga dicatatkan sebagai rekor di Belanda.[1]
Pada 1936, perenang Hindia Belanda bernama Pet Stam mencatat rekor 59,9 detik untuk nomor 100 meter gaya bebas di kolam renang Cihampelas Bandung. Pet Stam dikirim sebagai wakil Belanda di Olimpiade Berlin 1936. Persatuan Berenang Seluruh Indonesia didirikan 21 Maret 1951, dan sebagai anggota Federasi Renang Internasional sejak tahun berikutnya. Perenang Indonesia ikut berlomba dalam Olimpiade Helsinki 1952.[1]


Fasilitas dan peralatan

Kolam renang

Panjang kolam renang lintasan panjang adalah 50 m sementara lintasan pendek adalah 25 m. Dalam spesifikasi Federasi Renang Internasional untuk kolam ukuran Olimpiade ditetapkan panjang kolam 50 m dan lebar kolam 25 m. Kedalaman kolam minimum 1,35 meter, dimulai dari 1,0 m pertama lintasan hingga paling sedikit 6,0 m dihitung dari dinding kolam yang dilengkapi balok start. Kedalaman minimum di bagian lainnya adalah 1,0 m.[2]

Lintasan

Lebar lintasan paling sedikit 2,5 m dengan jarak paling sedikit 0,2 m di luar lintasan pertama dan lintasan terakhir.[2] Masing-masing lintasan dipisahkan dengan tali lintasan yang sama panjang dengan panjang lintasan.
Tali lintasan terdiri dari rangkaian pelampung berukuran kecil pada seutas tali yang panjangnya sama dengan panjang lintasan. Pelampung pada tali lintasan dapat berputar-putar bila terkena gelombang air. Tali lintasan dibedakan menurut warna: hijau untuk lintasan 1 dan 8, biru untuk lintasan 2, 3, 6, dan 7, dan kuning untuk lintasan 4 dan 5.
Perenang diletakkan di lintasan berdasarkan catatan waktu dalam babak penyisihan (heat). Di kolam berlintasan ganjil, perenang tercepat diunggulkan di lintasan paling tengah. Di kolam 8 lintasan, perenang tercepat ditempatkan di lintasan 4 (di lintasan 3 untuk kolam 6 lintasan).[3] Perenang-perenang dengan catatan waktu di bawahnya secara berurutan menempati lintasan 5, 3, 6, 2, 7, 1, dan 8.

Pengukur waktu

Dalam perlombaan internasional atau perlombaan yang penting, papan sentuh pengukur waktu otomatis dipasang di kedua sisi dinding kolam. Tebal papan sentuh ini hanya 1 cm.[4]
Perenang mencatatkan waktunya di papan sentuh sewaktu pembalikan dan finis. Papan sentuh pengukur waktu produksi Omega mulai dipakai di Pan-American Games 1967 di WinnipegKanada.[5]

Balok start

Di setiap balok start terdapat pengeras suara untuk menyuarakan tembakan pistol start dan sensor pengukur waktu yang memulai catatan waktu ketika perenang meloncat dari balok start.
Tinggi balok start antara 0,5 m hingga 0,75 dari permukaan air. Ukuran balok start adalah 0,5 x 0,5 m, dan di atasnya dilapisi bahan antilicin. Kemiringan balok start tidak melebihi 10°.[2]

Peraturan perlombaan dalam renang

Pada nomor renang gaya kupu-kupu, gaya dada, dan gaya bebas, perenang melakukan posisi start di atas balok start. Badan dibungkukkan ke arah air dengan lutut sedikit ditekuk.
Pada nomor gaya punggung, posisi start dilakukan di dalam air dengan badan menghadap ke dinding kolam. Kedua tangan memegang pegangan besi pada balok start, sementara kaki bertumpu di dinding kolam, dan kedua lutut ditekuk di antara kedua lengan. Posisi start gaya punggung juga dipakai oleh perenang pertama dalam gaya ganti estafet.
Wasit start memanggil para perenang dengan tiupan peluit panjang untuk naik ke atas balok start (bersiap di dalam air untuk gaya punggung dan gaya ganti estafet). Perenang berada dalam posisi start setelah aba-aba Siap (Take your marks dalam bahasa Inggris) diteriakkan oleh wasit start.[6] Start dinyatakan tidak sah bila perenang meloncat dari balok start sebelum ada aba-aba.[7] Hingga tembakan pistol start dimulai, tubuh perenang harus dalam keadaan diam.

Nomor perlombaan

Perlombaan renang terdiri dari nomor-nomor perlombaan menurut jarak tempuh, jenis kelamin, dan empat gaya renang (gaya bebasgaya kupu-kupugaya punggung, dan gaya dada). Nomor-nomor renang putra dan putri yang diperlombakan dalam Olimpiade:
Federasi Renang Internasional mengakui rekor dunia putra/putri untuk nomor-nomor renang:
  • Gaya bebas: 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1500 m
  • Gaya punggung: 50 m, 100 m, 200 m
  • Gaya dada: 50 m, 100 m, 200 m
  • Gaya kupu-kupu: 50 m, 100 m, 200 m
  • Gaya ganti perorangan: 100 m (hanya lintasan pendek), 200 m, 400 m
  • Gaya ganti estafet: 4×100 m
  • Gaya bebas estafet: 4×100 m, 4×200 m.[9]
Pada nomor gaya ganti perorangan, seorang perenang memakai keempat gaya secara bergantian untuk satu putaran, dengan urutan: gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Pada nomor renang gaya ganti perorangan 100 m, perlombaan diadakan di kolam renang lintasan pendek 25 m.
Pada nomor 4 x 100 m gaya ganti estafet, satu regu diwakili empat orang perenang yang masing-masing berenang 100 m. Perenang pertama memulai dengan renang gaya punggung, dilanjutkan perenang gaya dada, perenang gaya kupu-kupu, dan diakhiri oleh perenang gaya bebas.

Pakaian khusus

Federasi Renang Internasional memiliki daftar merek dan tipe pakaian renang yang disetujui dalam perlombaan renang.[10] Perenang dibolehkan memakai topi renang dan kacamata renang. Perenang berkacamata dapat memilih untuk mengenakan kacamata renang minus, atau mengenakan lensa kontak bersama kacamata renang normal.
Perenang tidak dibolehkan memakai alat atau pakaian renang yang dapat memengaruhi kecepatan, daya apung, atau ketahanan selama berlomba, misalnya sarung tanganberselaput, kaki kataksirip, dan sebagainya.[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Sejarah". Persatuan Renang Seluruh Indonesia. Diakses tanggal 2009-11-14.
  2. ^ a b c "FINA Facilities Rules 2009-2013". Diakses tanggal 2009-11-14.
  3. ^ "Swimming Rules". FINA.org. Diakses tanggal 2009-11-14.
  4. ^ "Timing Systems: Swimming System". Seiko. Diakses tanggal 2009-11-14.
  5. ^ "OMEGA and swimming – a natural partnership". Diakses tanggal 2009-11-14.
  6. ^ a b "FINA Swimming Rules 2009-2013". Diakses tanggal 2009-11-14.
  7. ^ "FINA Swimming Rules 2009-2013". FINA.org. Diakses tanggal 2009-11-14.
  8. ^ "Swimming All Events". Olympic.org. Diakses tanggal 2009-11-14.
  9. ^ "FINA Technical Rule SW12.1 dan 12.2". Diakses tanggal 2009-11-14.
  10. ^ "FINA 2009 List of Approved Swimsuits". Fina.org. Diakses tanggal 2009-11-14.
Artikel bertopik olahraga ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)


Senam Irama Kelas X 8

  Senam Lantai  Mata Pelajaran      : Penjaskes Guru. B. Study     : Desrika Redi Sanjaya, S.Pd Materi     `            : Senam Irama Kelas ...