Kamis, 10 November 2022

Lari jarak pendek XII IPA 5

Materi Pokok               : Materi Atletik (lari jarak pendek)

 Alokasi Waktu             : 3 x 45 menit 

Kelas                            : XII IPA 5

 

A.     Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi

 

Kompetensi Dasar (KD)

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.3 Merancang simulasi perlombaan jalan cepat, lari, lompat, dan lempar yang disusun sesuai peraturan

3.3.1 Menganalisis cara melakukan start lari jarak pendek

4.3 Mempraktikkan hasil rancangan

simulasi perlombaan jalan

cepat, lari, lompat dan lempar

yang disusun sesuai peraturan*

4.3.1 Mempraktikkan hasil rancangan  perlombaan lari jarak pendek

(start, gerakan jalan cepat, dan memasuki garis finis menempuh

jarak tertentu)

 

B.      Pengantar

 

Atletik dikenal sebagai induk dari berbagai cabang olahraga, yang merupakan gerak dasar manusia yaitu jalan, lari, lompat dan lempar. Cabang olahraga Atletik sendiri terbagi menjadi dua nomor yaitu nomor lintasan dan nomor lapangan. Dari nomor lintasan dan nomor lapangan itu terbagi lagi, untuk nomor lintasan terdiri dari nomor lari dan jalan . Sedangkan di nomor lapangan terdiri dari nomor lompat (Jump) dan lempar (Throw). Adapun pembagiannya sebagai berikut :  

A.      Nomor-nomor cabang  Atletik

1.    Nomor Lari     = Lari jarak pendek, lari jarak menengah, lari jarak jauh, lari halang rintang, jalan cepat.

2.    Nomor Lompat          = lompat jauh, lompat jangkit, lompat tinggi, lompat galah.

3.    Nomor Lempar          Tolak peluru, lempar cakram, lempar lembing, lontar martil.

Lari cepat merupakan salah satu cabang atletik dengan jarak pendek/100 m dan menggunakan start jongkok.

A. NOMOR LARI  

·  Lari jarak pendek = 100, 200, 400 m  

·  Lari jarak menengah = 800 dan 1500 m

·  Lari jarak jauh = 5000, 10000 m dan Marathon 42,195 km

·  Lari halang rintang (Steeplechase)

·  Jalan Cepat, terdiri dari jarak mulai 3000 m, 5000 m, 10.000 m, 20.000 m, 50.000

B.  Pengertian lari jarak pendek

Lari jarak pendek atau yang disebut juga sebagai sprint adalah salah satu olahraga lari yang menempuh jarak pendek dalam durasi waktu yang singkat.  Pada suatu olimpiade, lari jarak pendek yang dipertandingkan adalah lari dengan jarak 100 meter, 200 meter, dan 400 meter.

Start adalah teknik yang paling penting dalam olahraga atletik, khususnya cabang lari. Khusus lari jarak pendek, start yang digunakan adalah start jongkok dan teknik ini harus dikuasai dengan benar.

 

Pengertian Start Jongkok

Posisi tubuh dalam melakukan start jongkok bukanlah layaknya seseorang yang berjongkok. Namun, awalannya dilakukan dengan beberapa bagian tubuh berada di bawah. Posisi tubuh saat melakukan start jongkok juga ditopang oleh tolakan supaya atlet lebih cepat dalam berakselerasi.

Start jongkok ini dipakai untuk seluruh nomor lari jarak pendek, mulai dari 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. Selain itu, start ini pun dipakai untuk lari estafet dan lari gawang.

Start jongkok juga memberikan tingkat kesulitan untuk pelari jarak pendek selain adu kecepatan. Maka dari itulah, keberhasilan melakukan start jongkok juga jadi penentu seorang pelari mampu mencapai garis finis lebih dulu.

Dalam melakukan start jongkok, ada tiga aba-aba yang perlu diperhatikan. Fokus pada aba-aba ini dan kamu akan sukses melakukan start jongkok.

1. Bersedia

Aba-aba ini akan dikumandangkan setelah para pelari berada di masing-masing jalur mereka. Saat aba-aba ‘bersedia’, pelari menempatkan dua kaki mereka ke balok lari dan salah satu lutut kaki menyentuh lantai. Posisi telapak tangan terbuka dan berada tepat di belakang garis start. Posisi badan rileks dan pandangan mata melihat lurus ke depan.



2. Siap

Aba-aba ini mengharuskan kamu untuk lebih bersiap melakukan lari. Saat aba-aba ‘Siap’, lutut dan pantat diangkat hingga setinggi bahu. Kepala sedikit menunduk untuk menjaga keseimbangan waktu pertama kali berlari. Atur napas supaya tubuh lebih rileks dan fokus untuk aba-aba selanjutnya.



3. Yak

Pelari harus mulai memacu kecepatannya. Aba-aba ‘Yak’ atau ditandai dengan suara letusan pistol mewajibkan pelari mulai melakukan tolakan di balok untuk mendorong tubuh untuk berlari maju. Posisi tubuh condong ke depan dengan didukung oleh ayunan kedua tangan yang selaras. Capai kecepatan maksimal sampai ke garis finis.



4.      Posisi pada saat berlari

Jagalah posisi bahu supaya tetap turun dan rileks. Posisi kepala harus sejajar dengan anggota tubuh di bawahnya. Lalu, posisikanlah lengan dengan longgar diikuti dengan siku yang ditekuk hingga 90 derajat.  Setelah itu, gerakkanlah siku lurus ke belakang. Kemudian, ayunkanlah tangan ke depan. Ketika telapak kaki menyentuh lintasan, angkatlah jari kaki ke arah tulang kering hingga telapak kaki membentuk posisi horizontal.

 

Posisi saat memasuki garis finish

Pada fase memasuki garis finish dengan cara mencondongkan dada kemudian menjatuhkannya ke depan. lalu salah satu bahu dijatuhkan ke depan. Larilah secepat mungkin, sampai beberapa meter garis finish terlewati.



Rabu, 09 November 2022

ATLETIK LARI SPRINT

 Materi Pokok               : Materi Atletik (lari jarak pendek)

 Alokasi Waktu             : 3 x 45 menit 

Kelas                            : XII IPS 1

 

A.     Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi

 

Kompetensi Dasar (KD)

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.3 Merancang simulasi perlombaan jalan cepat, lari, lompat, dan lempar yang disusun sesuai peraturan

3.3.1 Menganalisis cara melakukan start lari jarak pendek

4.3 Mempraktikkan hasil rancangan

simulasi perlombaan jalan

cepat, lari, lompat dan lempar

yang disusun sesuai peraturan*

4.3.1 Mempraktikkan hasil rancangan  perlombaan lari jarak pendek

(start, gerakan jalan cepat, dan memasuki garis finis menempuh

jarak tertentu)

 

B.      Pengantar

 

Atletik dikenal sebagai induk dari berbagai cabang olahraga, yang merupakan gerak dasar manusia yaitu jalan, lari, lompat dan lempar. Cabang olahraga Atletik sendiri terbagi menjadi dua nomor yaitu nomor lintasan dan nomor lapangan. Dari nomor lintasan dan nomor lapangan itu terbagi lagi, untuk nomor lintasan terdiri dari nomor lari dan jalan . Sedangkan di nomor lapangan terdiri dari nomor lompat (Jump) dan lempar (Throw). Adapun pembagiannya sebagai berikut :  

A.      Nomor-nomor cabang  Atletik

1.    Nomor Lari     Lari jarak pendeklari jarak menengah, lari jarak jauh, lari halang rintang, jalan cepat.

2.    Nomor Lompat          = lompat jauh, lompat jangkit, lompat tinggi, lompat galah.

3.    Nomor Lempar          Tolak peluru, lempar cakram, lempar lembing, lontar martil.

Lari cepat merupakan salah satu cabang atletik dengan jarak pendek/100 m dan menggunakan start jongkok.

A. NOMOR LARI  

·  Lari jarak pendek = 100, 200, 400 m  

·  Lari jarak menengah = 800 dan 1500 m

·  Lari jarak jauh = 5000, 10000 m dan Marathon 42,195 km

·  Lari halang rintang (Steeplechase)

·  Jalan Cepat, terdiri dari jarak mulai 3000 m, 5000 m, 10.000 m, 20.000 m, 50.000

B.  Pengertian lari jarak pendek

Lari jarak pendek atau yang disebut juga sebagai sprint adalah salah satu olahraga lari yang menempuh jarak pendek dalam durasi waktu yang singkat.  Pada suatu olimpiade, lari jarak pendek yang dipertandingkan adalah lari dengan jarak 100 meter, 200 meter, dan 400 meter.

Start adalah teknik yang paling penting dalam olahraga atletik, khususnya cabang lari. Khusus lari jarak pendek, start yang digunakan adalah start jongkok dan teknik ini harus dikuasai dengan benar.

 

Pengertian Start Jongkok

Posisi tubuh dalam melakukan start jongkok bukanlah layaknya seseorang yang berjongkok. Namun, awalannya dilakukan dengan beberapa bagian tubuh berada di bawah. Posisi tubuh saat melakukan start jongkok juga ditopang oleh tolakan supaya atlet lebih cepat dalam berakselerasi.

Start jongkok ini dipakai untuk seluruh nomor lari jarak pendek, mulai dari 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. Selain itu, start ini pun dipakai untuk lari estafet dan lari gawang.

Start jongkok juga memberikan tingkat kesulitan untuk pelari jarak pendek selain adu kecepatan. Maka dari itulah, keberhasilan melakukan start jongkok juga jadi penentu seorang pelari mampu mencapai garis finis lebih dulu.

Dalam melakukan start jongkok, ada tiga aba-aba yang perlu diperhatikan. Fokus pada aba-aba ini dan kamu akan sukses melakukan start jongkok.

1. Bersedia

Aba-aba ini akan dikumandangkan setelah para pelari berada di masing-masing jalur mereka. Saat aba-aba ‘bersedia’, pelari menempatkan dua kaki mereka ke balok lari dan salah satu lutut kaki menyentuh lantai. Posisi telapak tangan terbuka dan berada tepat di belakang garis start. Posisi badan rileks dan pandangan mata melihat lurus ke depan.



2. Siap

Aba-aba ini mengharuskan kamu untuk lebih bersiap melakukan lari. Saat aba-aba ‘Siap’, lutut dan pantat diangkat hingga setinggi bahu. Kepala sedikit menunduk untuk menjaga keseimbangan waktu pertama kali berlari. Atur napas supaya tubuh lebih rileks dan fokus untuk aba-aba selanjutnya.



3. Yak

Pelari harus mulai memacu kecepatannya. Aba-aba ‘Yak’ atau ditandai dengan suara letusan pistol mewajibkan pelari mulai melakukan tolakan di balok untuk mendorong tubuh untuk berlari maju. Posisi tubuh condong ke depan dengan didukung oleh ayunan kedua tangan yang selaras. Capai kecepatan maksimal sampai ke garis finis.



4.      Posisi pada saat berlari

Jagalah posisi bahu supaya tetap turun dan rileks. Posisi kepala harus sejajar dengan anggota tubuh di bawahnya. Lalu, posisikanlah lengan dengan longgar diikuti dengan siku yang ditekuk hingga 90 derajat.  Setelah itu, gerakkanlah siku lurus ke belakang. Kemudian, ayunkanlah tangan ke depan. Ketika telapak kaki menyentuh lintasan, angkatlah jari kaki ke arah tulang kering hingga telapak kaki membentuk posisi horizontal.

 

Posisi saat memasuki garis finish

Pada fase memasuki garis finish dengan cara mencondongkan dada kemudian menjatuhkannya ke depan. lalu salah satu bahu dijatuhkan ke depan. Larilah secepat mungkin, sampai beberapa meter garis finish terlewati.


ATLETIK LARI JARAK PENDEK

 Materi Pokok               : Materi Atletik (lari jarak pendek)

 Alokasi Waktu             : 3 x 45 menit 

Kelas                            : XII IPS 2

 

A.     Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi

 

Kompetensi Dasar (KD)

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.3 Merancang simulasi perlombaan jalan cepat, lari, lompat, dan lempar yang disusun sesuai peraturan

3.3.1 Menganalisis cara melakukan start lari jarak pendek

4.3 Mempraktikkan hasil rancangan

simulasi perlombaan jalan

cepat, lari, lompat dan lempar

yang disusun sesuai peraturan*

4.3.1 Mempraktikkan hasil rancangan  perlombaan lari jarak pendek

(start, gerakan jalan cepat, dan memasuki garis finis menempuh

jarak tertentu)

 

B.      Pengantar

 

Atletik dikenal sebagai induk dari berbagai cabang olahraga, yang merupakan gerak dasar manusia yaitu jalan, lari, lompat dan lempar. Cabang olahraga Atletik sendiri terbagi menjadi dua nomor yaitu nomor lintasan dan nomor lapangan. Dari nomor lintasan dan nomor lapangan itu terbagi lagi, untuk nomor lintasan terdiri dari nomor lari dan jalan . Sedangkan di nomor lapangan terdiri dari nomor lompat (Jump) dan lempar (Throw). Adapun pembagiannya sebagai berikut :  

A.      Nomor-nomor cabang  Atletik

1.    Nomor Lari     Lari jarak pendeklari jarak menengah, lari jarak jauh, lari halang rintang, jalan cepat.

2.    Nomor Lompat          = lompat jauh, lompat jangkit, lompat tinggi, lompat galah.

3.    Nomor Lempar          Tolak peluru, lempar cakram, lempar lembing, lontar martil.

Lari cepat merupakan salah satu cabang atletik dengan jarak pendek/100 m dan menggunakan start jongkok.

A. NOMOR LARI  

·  Lari jarak pendek = 100, 200, 400 m  

·  Lari jarak menengah = 800 dan 1500 m

·  Lari jarak jauh = 5000, 10000 m dan Marathon 42,195 km

·  Lari halang rintang (Steeplechase)

·  Jalan Cepat, terdiri dari jarak mulai 3000 m, 5000 m, 10.000 m, 20.000 m, 50.000

B.  Pengertian lari jarak pendek

Lari jarak pendek atau yang disebut juga sebagai sprint adalah salah satu olahraga lari yang menempuh jarak pendek dalam durasi waktu yang singkat.  Pada suatu olimpiade, lari jarak pendek yang dipertandingkan adalah lari dengan jarak 100 meter, 200 meter, dan 400 meter.

Start adalah teknik yang paling penting dalam olahraga atletik, khususnya cabang lari. Khusus lari jarak pendek, start yang digunakan adalah start jongkok dan teknik ini harus dikuasai dengan benar.

 

Pengertian Start Jongkok

Posisi tubuh dalam melakukan start jongkok bukanlah layaknya seseorang yang berjongkok. Namun, awalannya dilakukan dengan beberapa bagian tubuh berada di bawah. Posisi tubuh saat melakukan start jongkok juga ditopang oleh tolakan supaya atlet lebih cepat dalam berakselerasi.

Start jongkok ini dipakai untuk seluruh nomor lari jarak pendek, mulai dari 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. Selain itu, start ini pun dipakai untuk lari estafet dan lari gawang.

Start jongkok juga memberikan tingkat kesulitan untuk pelari jarak pendek selain adu kecepatan. Maka dari itulah, keberhasilan melakukan start jongkok juga jadi penentu seorang pelari mampu mencapai garis finis lebih dulu.

Dalam melakukan start jongkok, ada tiga aba-aba yang perlu diperhatikan. Fokus pada aba-aba ini dan kamu akan sukses melakukan start jongkok.

1. Bersedia

Aba-aba ini akan dikumandangkan setelah para pelari berada di masing-masing jalur mereka. Saat aba-aba ‘bersedia’, pelari menempatkan dua kaki mereka ke balok lari dan salah satu lutut kaki menyentuh lantai. Posisi telapak tangan terbuka dan berada tepat di belakang garis start. Posisi badan rileks dan pandangan mata melihat lurus ke depan.



2. Siap

Aba-aba ini mengharuskan kamu untuk lebih bersiap melakukan lari. Saat aba-aba ‘Siap’, lutut dan pantat diangkat hingga setinggi bahu. Kepala sedikit menunduk untuk menjaga keseimbangan waktu pertama kali berlari. Atur napas supaya tubuh lebih rileks dan fokus untuk aba-aba selanjutnya.



3. Yak

Pelari harus mulai memacu kecepatannya. Aba-aba ‘Yak’ atau ditandai dengan suara letusan pistol mewajibkan pelari mulai melakukan tolakan di balok untuk mendorong tubuh untuk berlari maju. Posisi tubuh condong ke depan dengan didukung oleh ayunan kedua tangan yang selaras. Capai kecepatan maksimal sampai ke garis finis.



4.      Posisi pada saat berlari

Jagalah posisi bahu supaya tetap turun dan rileks. Posisi kepala harus sejajar dengan anggota tubuh di bawahnya. Lalu, posisikanlah lengan dengan longgar diikuti dengan siku yang ditekuk hingga 90 derajat.  Setelah itu, gerakkanlah siku lurus ke belakang. Kemudian, ayunkanlah tangan ke depan. Ketika telapak kaki menyentuh lintasan, angkatlah jari kaki ke arah tulang kering hingga telapak kaki membentuk posisi horizontal.

 

Posisi saat memasuki garis finish

Pada fase memasuki garis finish dengan cara mencondongkan dada kemudian menjatuhkannya ke depan. lalu salah satu bahu dijatuhkan ke depan. Larilah secepat mungkin, sampai beberapa meter garis finish terlewati.


Rabu, 27 Juli 2022

MATERI BULU TANGKIS XII IPS 1

 Materi : Permainan Bulu Tangkis

Kelas : XII IPS 1

KD :3.1 Menganalisis keterampilan permainan bola kecil dalam suatu permainan bulu tangkis serta gerak dasar nya.

Assalamualaikum, selamat pagi semua semoga kita selalu optimis dalam menimba ilmu dimana pun berada, dan jangan lupa untuk tetap melaksanakan kewajiban shalat wajib dan Sunnah nya agar rohani kita tetap terjaga dari hal yang tidak baik.

Baik lah pada pertemuan kali ini bapak ingin memberikan materi tentang bulu tangkis yang dalam hal ini permainan bulu tangkis termasuk dalam permainan bola kecil. baiklah perintah nya silahkan kalian merangkum hal yang bisa dijadikan catatan penting dan jangan lupa catatan akan diperiksa sewaktu - waktu.

PERMAINAN BOLA KECIL.

Bulu tangkis  adalah suatu olahraga yang menggunakan alat yang berbentuk bulat dengan memiliki rongga rongga di bagian pemukulnya. Dan memiliki gagang. Alat ini dikenal dengan nama raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan.

Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.

Partai.

Ada lima partai yang biasa dimainkan dalam bulu tangkis, yaitu:

  1. Tunggal putra
  2. Tunggal putri
  3. Ganda putra
  4. Ganda putri
  5. Ganda campuran

Lapangan dan Jaringan.

Lapangan bulu tangkis berbentuk persegi panjang dan mempunyai ukuran seperti terlihat pada gambar. Garis-garis yang ada mempunyai ketebalan 40 mm dan harus berwarna kontras terhadap warna lapangan. Warna yang disarankan untuk garis adalah putih atau kuning. Permukaan lapangan disarankan terbuat dari kayu atau bahan sintetis yang lunak. Permukaan lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetik yang keras sangat tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan cedera pada pemain. Jaring setinggi 1,55 m berada tepat di tengah lapangan. Jaring harus berwarna gelap kecuali bibir jaring yang mempunyai ketebalan 75 mm harus berwarna putih.

Memainkan Bulu Tangkis.

Tiap pemain atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi jaring di Lapangan bulu tangkis .

Permainan dimulai dengan salah satu pemain melakukan Servis.

Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melewati jaring ke wilayah lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali. Area permainan berbeda untuk partai tunggal dan ganda. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dikatakan "keluar".

Setiap kali pemain/pasangan tidak dapat mengembalikan kok (karena menyangkut di jaring atau keluar lapangan) maka lawannya akan memperoleh poin.

Permainan berakhir bila salah satu pemain/pasangan telah meraih sejumlah poin tertentu.


Teknik Dasar

Cara memegang raket

Pegangan raket ada tiga macam, yaitu:

  • Pegangan forehand (pegangan dasar)

Pegangan ini dapat di peroleh dengan cara mendirkan raket yang sisinya tegak dengan lantai. Pegangan ini hampir sama dengan posisi tangan sedang bersalaman.

  • Pegangan backhand

Pegangan ini dapat di peroleh dengan jalan memutar seperempat ke kanan dari pegangan forehand.

  • Pegangan pukul kasur/Amerika

Cara pegangan ini adalah mula-mula raket diletakkan secara mendatar di atas lantai. Kemudian ambil dan peganglah raket pada pegangannya, sehingga bagian tangan antara ibu jari dan jari telunjuk menempel pada bagian permukaan yang lebar.

Teknik Pukulan

Teknik pukulan adalah cara-cara melakukan pukulan pada permainan bulu tangkis dengan tujuan menerbangkan shuttlecock ke lapangan lawan.Terdapat macam-macam teknik dasar pukulan dalam permainan bulu tangkis, yaitu:

  • Pukulan servis

Pukulan servis merupakan pukulan dengan raket untuk menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan lawan secara diagonal dan bertujuan sebagai permulaan permainan. Macam-macam pukulan servis, yaitu:

  1. Pukulan servis pendek
  2. Pukulan servis panjang
  3. Pukulan servis mendatar
  4. Pukulan servis cambuk
  • Pukulan lob

Pukulan lob adalah pukulan dalam permainan bulu tangkis yang bertujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan lawan. Pukulan lob dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  1. Overhead lob, yaitu pukulan lob yang dilakukan dari atas kepala dengan cara menerbangkan shuttlecock melambung ke arah belakang.
  2. Underhand lob, yaitu pukulan lob yang dilakukan dari bawah dengan cara memukul shuttlecock yang berada di bawah badan dan di lambungkan tinggi ke belakang.


Servis

servis dilakukan dari satu sisi lapangan (kiri atau kanan) menyilang menyeberangi jaring ke area lawan. Partai tunggal dan ganda memiliki area servis yang berbeda seperti yang diilustrasikan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dinyatakan "keluar" dan poin untuk penerima servis.

Posisi kiri atau kanan tempat servis dilakukan ditentukan dari jumlah poin yang telah dikumpulkan oleh pemain yang akan melakukan servis. Posisi kanan untuk jumlah poin genap dan posisi kiri untuk jumlah poin ganjil. Servis dari posisi kanan juga dilakukan saat jumlah poin masih nol.

Pada set pertama pemain/pasangan yang melakukan servis untuk pertama kali ditentukan dengan undian, sedangkan untuk set berikutnya dilakukan oleh pemenang dari set sebelumnya.

Untuk partai ganda, beberapa peraturan berbeda diterapkan untuk perhitungan poin menggunakan sistem pindah bola dan sistemreli poin:

Sistem relli poin :

  • Setiap pasangan hanya mendapat satu kali kesempatan servis, tidak ada servis kedua.
  • Servis dilakukan oleh pemain yang posisinya sesuai dengan poin yang telah diraih oleh pasangan tersebut.
  • Pemain yang sama akan terus melakukan servis sampai poin berikutnya diraih oleh lawan.

Sistem Perhitungan Poin
Sejak Mei 2006, pada kejuaraan resmi seluruh partai menggunakan sistem perhitungan 3x21 reli poin. Pemenangnya adalah pemain/pasangan yang telah memenangkan dua set.



Sumber referensi :
  • Wikipedia indonesia : https://id.wikipedia.org/wiki/Bulu_tangkis#:~:text=Bulu%20tangkis%20(bahasa%20Inggris%3A%20Badminton,rongga%20rongga%20di%20bagian%20pemukulnya.&text=Alat%20ini%20dikenal%20dengan%20nama,untuk%20ganda)%20yang%20saling%20berlawanan.
  • Buku Penjaskes Kelas XI 

MATERI BULU TANGKIS XII IPS 2

 Materi : Permainan Bulu Tangkis

Kelas : XII IPS 2

KD :3.1 Menganalisis keterampilan permainan bola kecil dalam suatu permainan bulu tangkis serta gerak dasar nya.

Assalamualaikum, selamat pagi semua semoga kita selalu optimis dalam menimba ilmu dimana pun berada, dan jangan lupa untuk tetap melaksanakan kewajiban shalat wajib dan Sunnah nya agar rohani kita tetap terjaga dari hal yang tidak baik.

Baik lah pada pertemuan kali ini bapak ingin memberikan materi tentang bulu tangkis yang dalam hal ini permainan bulu tangkis termasuk dalam permainan bola kecil. baiklah perintah nya silahkan kalian merangkum hal yang bisa dijadikan catatan penting dan jangan lupa catatan akan diperiksa sewaktu - waktu.

PERMAINAN BOLA KECIL.

Bulu tangkis  adalah suatu olahraga yang menggunakan alat yang berbentuk bulat dengan memiliki rongga rongga di bagian pemukulnya. Dan memiliki gagang. Alat ini dikenal dengan nama raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan.

Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.

Partai.

Ada lima partai yang biasa dimainkan dalam bulu tangkis, yaitu:

  1. Tunggal putra
  2. Tunggal putri
  3. Ganda putra
  4. Ganda putri
  5. Ganda campuran

Lapangan dan Jaringan.

Lapangan bulu tangkis berbentuk persegi panjang dan mempunyai ukuran seperti terlihat pada gambar. Garis-garis yang ada mempunyai ketebalan 40 mm dan harus berwarna kontras terhadap warna lapangan. Warna yang disarankan untuk garis adalah putih atau kuning. Permukaan lapangan disarankan terbuat dari kayu atau bahan sintetis yang lunak. Permukaan lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetik yang keras sangat tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan cedera pada pemain. Jaring setinggi 1,55 m berada tepat di tengah lapangan. Jaring harus berwarna gelap kecuali bibir jaring yang mempunyai ketebalan 75 mm harus berwarna putih.

Memainkan Bulu Tangkis.

Tiap pemain atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi jaring di Lapangan bulu tangkis .

Permainan dimulai dengan salah satu pemain melakukan Servis.

Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melewati jaring ke wilayah lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali. Area permainan berbeda untuk partai tunggal dan ganda. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dikatakan "keluar".

Setiap kali pemain/pasangan tidak dapat mengembalikan kok (karena menyangkut di jaring atau keluar lapangan) maka lawannya akan memperoleh poin.

Permainan berakhir bila salah satu pemain/pasangan telah meraih sejumlah poin tertentu.


Teknik Dasar

Cara memegang raket

Pegangan raket ada tiga macam, yaitu:

  • Pegangan forehand (pegangan dasar)

Pegangan ini dapat di peroleh dengan cara mendirkan raket yang sisinya tegak dengan lantai. Pegangan ini hampir sama dengan posisi tangan sedang bersalaman.

  • Pegangan backhand

Pegangan ini dapat di peroleh dengan jalan memutar seperempat ke kanan dari pegangan forehand.

  • Pegangan pukul kasur/Amerika

Cara pegangan ini adalah mula-mula raket diletakkan secara mendatar di atas lantai. Kemudian ambil dan peganglah raket pada pegangannya, sehingga bagian tangan antara ibu jari dan jari telunjuk menempel pada bagian permukaan yang lebar.

Teknik Pukulan

Teknik pukulan adalah cara-cara melakukan pukulan pada permainan bulu tangkis dengan tujuan menerbangkan shuttlecock ke lapangan lawan.Terdapat macam-macam teknik dasar pukulan dalam permainan bulu tangkis, yaitu:

  • Pukulan servis

Pukulan servis merupakan pukulan dengan raket untuk menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan lawan secara diagonal dan bertujuan sebagai permulaan permainan. Macam-macam pukulan servis, yaitu:

  1. Pukulan servis pendek
  2. Pukulan servis panjang
  3. Pukulan servis mendatar
  4. Pukulan servis cambuk
  • Pukulan lob

Pukulan lob adalah pukulan dalam permainan bulu tangkis yang bertujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan lawan. Pukulan lob dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  1. Overhead lob, yaitu pukulan lob yang dilakukan dari atas kepala dengan cara menerbangkan shuttlecock melambung ke arah belakang.
  2. Underhand lob, yaitu pukulan lob yang dilakukan dari bawah dengan cara memukul shuttlecock yang berada di bawah badan dan di lambungkan tinggi ke belakang.


Servis

servis dilakukan dari satu sisi lapangan (kiri atau kanan) menyilang menyeberangi jaring ke area lawan. Partai tunggal dan ganda memiliki area servis yang berbeda seperti yang diilustrasikan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dinyatakan "keluar" dan poin untuk penerima servis.

Posisi kiri atau kanan tempat servis dilakukan ditentukan dari jumlah poin yang telah dikumpulkan oleh pemain yang akan melakukan servis. Posisi kanan untuk jumlah poin genap dan posisi kiri untuk jumlah poin ganjil. Servis dari posisi kanan juga dilakukan saat jumlah poin masih nol.

Pada set pertama pemain/pasangan yang melakukan servis untuk pertama kali ditentukan dengan undian, sedangkan untuk set berikutnya dilakukan oleh pemenang dari set sebelumnya.

Untuk partai ganda, beberapa peraturan berbeda diterapkan untuk perhitungan poin menggunakan sistem pindah bola dan sistemreli poin:

Sistem relli poin :

  • Setiap pasangan hanya mendapat satu kali kesempatan servis, tidak ada servis kedua.
  • Servis dilakukan oleh pemain yang posisinya sesuai dengan poin yang telah diraih oleh pasangan tersebut.
  • Pemain yang sama akan terus melakukan servis sampai poin berikutnya diraih oleh lawan.

Sistem Perhitungan Poin
Sejak Mei 2006, pada kejuaraan resmi seluruh partai menggunakan sistem perhitungan 3x21 reli poin. Pemenangnya adalah pemain/pasangan yang telah memenangkan dua set.



Sumber referensi :
  • Wikipedia indonesia : https://id.wikipedia.org/wiki/Bulu_tangkis#:~:text=Bulu%20tangkis%20(bahasa%20Inggris%3A%20Badminton,rongga%20rongga%20di%20bagian%20pemukulnya.&text=Alat%20ini%20dikenal%20dengan%20nama,untuk%20ganda)%20yang%20saling%20berlawanan.
  • Buku Penjaskes Kelas XI 

Senam Irama Kelas X 8

  Senam Lantai  Mata Pelajaran      : Penjaskes Guru. B. Study     : Desrika Redi Sanjaya, S.Pd Materi     `            : Senam Irama Kelas ...